PENGUMUMAN
SEHUBUNGAN DENGAN PANDEMI COVID-19 YANG SEMAKIN MELUAS, KAMI INFORMASIKAN BAHWA PELAYANAN PERMOHONAN INFORMASI DILAKUKAN SECARA ONLINE MELALUI WEB PPID ppid.riau.go.id
FILE BISA DIUNDUH PADA WEB TERSEBUT. DATA YANG AKAN DITINDAKLANJUTI DIKIRIM MELALUI VIA EMAIL: ppid@riau.go.id dan ppidriau1@gmail.com
CALL CENTER: 0822 6830 1149 & 0761-45505

Profil Daerah

SEJARAH 


Secara etimologi, kata Riau berasal dari bahasa Portugis, "Rio", yang berarti sungai. Riau dirujuk hanya kepada wilayah yang dipertuan muda (Raja Bawahan Johor) di Pulau Penyengat. Wilayah tersebut kemudian menjadi wilayah Residentie Riouw pemerintahan Hindia-Belanda yang berkedudukan di Tanjung Pinang; dan Riouw oleh masyarakat setempat dieja menjadi Riau.

Riau merupakan penggabungan dari sejumlah kerajaan Melayu yang pernah berjaya di wilayah ini, yaitu Kerajaan Indragiri (1658-1838), Kerajaan Siak Sri Indrapura (1723-1858), Kerajaan Pelalawan (1530-1879), Kerajaan Riau-Lingga (1824-1913) dan beberapa kerajaan kecil lainnya , seperti Tambusai, Rantau Binuang Sakti, Rambah, Kampar dan Kandis.

Pembangunan Provinsi Riau telah disusun melalui Undang-undang darurat  No. 19 tahun 1957 yang kemudian disahkan sebagai Undang-undang No.61 tahun 1958.Provinsi Riau dibangun cukup lama dengan usaha keras dalam kurun waktu hampir 6 tahun 17 November 1952 s/d 5 Maret 1958).

Melalui keputusan Presiden RI pada tanggal 27 Februari tahun 1958 No.258/M/1958, Mr.S.M. Amin ditugaskan sebagai Gubernur KDH Provinsi Riau pertama pada 5 Maret 1958 di Tanjung Pinang oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekjen Mr. Sumarman. Lalu berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. Desember /I/44-25 pada tanggal 20 Januari 1959, Pekanbaru secara rsemi menjadi ibukota Provinsi Riau menggatikan Tanjung Pinang.

Berikut, Nama-nama Gubernur Riau dan Periode Jabatannya:

  1. Mr. S.M. Amin Periode 1958 - 1960

  2. H. Kaharuddin Nasution Periode 1960 - 1966

  3. H. Arifin Ahmad Periode 1966 - 1978

  4. Hr. Subrantas.S Periode 1978 - 1980

  5. H. Prapto Prayitno (Plt) 1980

  6. H. Imam Munandar Periode 1980 -1988

  7. H. Baharuddin Yusuf (Plh) 1988

  8. Atar Sibero (Plt) 1988

  9. H. Soeripto Periode 1988 - 1998

  10. H. Saleh Djasit Periode 1998 - 2003

  11. H.M. Rusli Zainal Periode 2003 - September 2008 dan periode November 2008 -2013.

  12. H. Wan Abubakar MSi Periode September 2008 - Nopember 2008 (Plt. Gubernur, karena Gubernur incumbent mengundurkan diri mengikuti Pilkada Gubernur Riau periode 2008 - 2013)

  13. H. M. Rusli Zainal Periode 2008 - 2013

  14. Prof.Dr.Djohermansyah Djohan,MA (Plt) Periode 2013 - 2014

  15. Drs. H. Annas Maamun Periode Februari 2014 - September 2014

  16. Ir. Arsyadjuliandi Rachman. MBA Periode 2014 - 2019

  17. Drs. H. Syamsuar, M.Si Periode 2019 - Sekarang


    VISI DAN MISI PROVINSI RIAU

     a. Visi Pembangunan Provinsi Riau

    Sebagaimana diamanahkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Riau Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005-2025, Visi Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Riau 2005-2025 adalah : "Terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis, Sejahtera Lahir dan Batin, di Asia Tenggara Tahun 2025". 


    Selanjutnya, visi jangka panjang tersebut diuraikan kedalam 12 Misi sebagai berikut:

    1. Mewujudkan Provinsi Riau sebagai Pusat Kegiatan Perekonomian;

    2. Mewujudkan Perekonomian yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan;

    3. Mewujudkan keseimbangan pembangunan antar wilayah

    4. Mewujudkan kerjasama pembangunan antar wilayah

    5. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi Pemerintah daerah

    6. Mewujudkan dukungan sistem informasi pembangunan yang handal

    7. Mewujudkan masyarakat Riau yang mandiri dan sejahtera

    8. Mewujudkan kebudayaan Melayu sebagai payung kebudayaan

    9. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang berakhlak

    10. Mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat

    11. Mewujudkan lingkungan yang lestari

    12. Mewujudkan masyarakat madani


    Guna melanjutkan visi pembangunan Provinsi Riau diatas, maka disusunlah visi antara pembangunan jangka menengah lima tahun oleh kepala daerah yang kemudian ditetapkan sebagai visi pembangunan jangka menengah (RPJMD).

    Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024 yang merupakan pengejawantahan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau saat ini merupakan tahap Keempat  RPJPD yang berlandaskan pelaksanaan dan pencapaian. Visi RPJMD Provinsi Riau Tahun 2019-2024 :

    "Terwujudnya Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera, Bermartabat dan Unggul di Indonesia (Riau Bersatu)"

    b. Misi Pembangunan Provinsi Riau

    Adapun misi yang dijalankan untuk mencapai visi jangka menengah tersebut adalah: 

    1.  Mewujudkan Sumberdaya Manusia yang Beriman, Berkualitas dan Berdaya Saing melalui Pembangunan

         Manusia Seutuhnya, 

    2.  Mewujudkan Pembangunan Infrastruktur Daerah yang Merata dan Berwawasan Lingkungan, 

    3.  Mewujudkan Pembangunan Ekonomi yang inklusif, Mandiri dan Berdaya Saing, 

    4.  Mewujudkan Budaya Melayu sebagai Payung Negeri dan Mengembangkan Pariwisata yang Berdaya Saing

         dan 

    5.  Mewujudukan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pelayanan Publik yang prima berbasis Teknologi

         Informasi. 


    LETAK GEOGRAFIS, LUAS WILAYAH DAN IKLIM                          

     

    KEADAAN GEOGRAFI

    Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 72 Tahun 2019 tanggal 8 Oktober 2019 Provinsi Riau memiliki luas area sebesar 87.023,66 km2 . Keberadaannya membentang dari lereng Bukit Barisan sampai dengan Selat Malaka, terletak antara 01o 05’00’’ Lintang Selatan sampai 02o 25’00’’ Lintang Utara atau antara 100o 00’00’’Bujur Timur-105o 05’00’’ Bujur Timur.

     

    Batas-batas daerah Provinsi Riau adalah:

    - Sebelah Utara: Selat Malaka dan Provinsi Sumatera Utara.

    - Sebelah Selatan: Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Barat.

    - Sebelah Timur: Provinsi Kepulauan Riau dan Selat Malaka.

    - Sebelah Barat: Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara.

     

    Sedangkan batas batas Kabupaten/Kota dalam Provinsi Riau adalah:

    1. Kabupaten Kuantan Singingi :

    - Sebelah Utara : Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

    - Sebelah Selatan : Provinsi Jambi.

    - Sebelah Barat : Provinsi Sumatra Barat.

    - Sebelah Timur : Kabupaten Indragiri Hulu.

    2. Kabupaten Indragiri Hulu:

     - Sebelah Utara : Kabupaten Pelalawan.

     - Sebelah Selatan : Provinsi Jambi.

     - Sebelah Barat : Kabupaten Kuantan Singingi.

     - Sebelah Timur : Kabupaten Indragiri Hilir

    3. Kabupaten Indragiri Hilir:

     - Sebelah Utara : Kabupaten Pelalawan.

     - Sebelah Selatan : Provinsi Jambi.

     - Sebelah Barat : Kabupaten Indragiri Hulu.

     - Sebelah Timur : Provinsi Kepulauan Riau.

    4. Kabupaten Pelalawan:

    - Sebelah Utara: Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis.

    - Sebelah Selatan: Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

    - Sebelah Barat: Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.

    - Sebelah Timur: Provinsi Kepulauan Riau.

    5. Kabupaten Siak:

    - Sebelah Utara: Kabupaten Bengkalis.

    - Sebelah Selatan : Kabupaten Kampar dan Pelalawan.

    - Sebelah Barat: Kota Pekanbaru.

    - Sebelah Timur: Kabupaten Kepulauan Meranti.

    6. Kabupaten Kampar:

    - Sebelah Utara : Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.

    - Sebelah Selatan : Kabupaten Kuantan Singingi.

    - Sebelah Barat : Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Sumatera Barat.

    - Sebelah Timur : Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak.

     

    7. Kabupaten Rokan Hulu:

    - Sebelah Utara : Kabupaten Rokan Hilir dan Provinsi Sumatra Utara.

    - Sebelah Selatan: Kabupaten Kampar.

    - Sebelah Barat: Provinsi Sumatra Barat.

     - Sebelah Timur: Kabupaten Kampar.

    8. Kabupaten Bengkalis:

    - Sebelah Utara: Selat Malaka.

    - Sebelah Selatan: Kabupaten Siak.

    - Sebelah Barat: Kabupaten Rokan Hilir dan Kota Dumai.

    - Sebelah Timur: Provinsi Kepulauan Riau.

    9. Kabupaten Rokan Hilir:

    - Sebelah Utara: Provinsi Sumatra Utara dan Selat Malaka.

    - Sebelah Selatan: Kabupaten Bengkalis.

    - Sebelah Barat: Provinsi Sumatra Utara.

    - Sebelah Timur: Kota Dumai.

    10. Kabupaten Kepulauan Meranti

    - Sebelah Utara: Selat Malaka dan Kabupaten Bengkalis.

    - Sebelah Selatan: Kabupaten Siak.

    - Sebelah Barat: Kabupaten Siak.

    - Sebelah Timur : Provinsi Kepulauan Riau.

    11. Kota Pekanbaru

    - Sebelah Utara : Kabupaten Siak.

    - Sebelah Selatan : Kabupaten Pelalawan.

    - Sebelah Barat: Kabupaten Kampar.

    - Sebelah Timur : Kabupaten Pelalawan.

    12. Kota Dumai

    - Sebelah Utara : Kabupaten Bengkalis.

    - Sebelah Selatan : Kabupaten Bengkalis.

    - Sebelah Barat : Kabupaten Rokan Hilir.

    - Sebelah Timur : Kabupaten Bengkalis.


    IKLIM

    Di Provinsi Riau, ada 5 wilayah yang melakukan pengamatan iklim, yaitu Stasiun Meterologi Bandara Japura Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu , Pos Pengamatan Meteorologi Bandara RAPP Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan, Stasiun Klimatalogi Tambang di Kabupaten Kampar, Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II pekanbaru, dan Pos Pengamatan Meteorologi Bandara Pinang Kampai di Kota Dumai. Dari lima wilayah tersebut, selama tahun 2019, suhu tertinggi terjadi di Kota Pekanbaru pada Bulan Mei dengan maksimal suhu sebesar 36,80 derajat celcius, serta suhu terendah terjadi di Kabupaten Kampar pada Bulan Mei dengan suhu sebesar 19,80 derajat celcius. Dari lima wilayah tersebut, curah hujan tertinggi terjadi di Kota Dumai pada Bulan Oktober sebesar 347,00 mm, serta curah hujan terendah terjadi di Kabupaten Kampar pada Bulan September sebesar 23,00 mm. Sedangkan jumlah hari hujan, terbanyak terjadi di Kota Dumai pada Bulan Oktober yaitu 23 hari, sedang Kabupaten yang paling sedikit terjadi hujan terjadi di Kabupaten Pelalawan pada bulan Agustus yaitu 3 hari.


    PEMERINTAH

     

    Pemerintahan Daerah

                     Pemerintahan Daerah Daerah Provinsi Riau terdiri dari 10 kabupaten (Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Bengkalis, Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti) dan 2 kota yaitu Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Tiap Kabupaten dikepalai oleh seorang Bupati dan Kota oleh seorang Walikota. Dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau pada Tahun 2019 terdapat 169 kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat dan 1.875 kelurahan/desa yang dikepalai oleh seorang lurah/kepala desa

     

    Dewan Perwakilan Rakyat

                   Dewan Perwakilan Rakyat Jumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau pada tahun 2019 sebanyak 65 orang. Dari jumlah tersebut 53 orang adalah laki-laki dan 12 orang perempuan.

     

    Kepegawaian

                  Kepegawaian Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Riau menurut kabupaten/kota pada tahun 2019 sebanyak 87.544 orang. Dari jumlah tersebut 35.819 adalah pegawai laki-laki dan 51.725 pegawai perempuan.

     

    Keuangan Daerah

                 Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Riau menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi sebagai bentuk perencanaan pembangunan daerah. Penyusunan anggaran pemerintah daerah harus ditata sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan kinerja penyelenggaraan daerah yang berorientasi pada optimalisasi pelayanan publik.

                   Di sisi lain, realisasi penerimaan Provinsi Riau tahun 2017 berjumlah 9.247,19 milyar rupiah. Dibanding dengan realisasi penerimaan Provinsi Riau 2018 yang berjumlah 8.528,82 milyar rupiah menurun sebesar 7,77 persen.

                    Realisasi pengeluaran Provinsi Riau 2018 berjumlah 8.528,82 milyar rupiah yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar 5.606,43 miliar rupiah, dan belanja langsung sebesar 2.863,14 miliar rupiah.

     

     

    PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN

    KEPENDUDUKAN

    Jumlah penduduk Riau dari hasil proyeksi yaitu sebesar 6.971.745 jiwa pada tahun 2019 yang terdiri atas 3.574.942 penduduk laki-laki dan 3.396.803 penduduk perempuan. Jumlah penduduk meningkat sebesar 2,52% bila dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 6.814.909 jiwa. Sementara itu, rasio jenis kelamin Provinsi Riau pada tahun 2019 sebesar 105,24. Angka ini dapat diinterpretasikan bahwa dalam 100 penduduk perempuan terdapat 105 penduduk laki-laki. Kepadatan penduduk di Riau tahun 2019 mencapai 80,11 jiwa/km2. Angka kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kota Pekanbaru sebesar 1.143,36 jiwa/km2 dan kepadatan terendah di Kabupaten Pelalawan sebesar 37,91 jiwa/km2. Kota Pekanbaru mempunyai jumlah penduduk yang paling besar, yaitu 1.143,36 ribu jiwa, diikuti Kabupaten Kampar 871,12 ribu jiwa dan Kabupaten Indragiri Hilir 740,60 ribu jiwa. Jumlah penduduk Riau terbanyak ada pada kelompok umur 0-4 tahun, artinya komposisi penduduk usia muda yang belum produktif masih cukup tinggi sehingga perlu kebijakan dari pemerintah terkait kesehatan dan pendidikan penduduk usia balita ini.

    KETENAGAKERJAAN

                   Jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas di Riau yang termasuk angkatan kerja sejumlah 3.186.222 jiwa, sedangkan yang bukan angkatan kerja sejumlah 1.708.177 jiwa. Jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang memiliki pendidikan tertinggi yang ditamatkan di Riau yang termasuk angkatan kerja memiliki pendidikan tertinggi paling banyak yaitu Sekolah Menengah Atas sebanyak 1.119 .866 jiwa.



    INFORMASI PPID

    DATA BERITA PPID


    Utama : 728
    95.92 %
    Utama : 22
    2.90 %
    DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK PROVINSI RIAU : 4
    0.53 %
    DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA PROVINSI RIAU : 3
    0.40 %
    Total Berita PPID: 759

    DATA INFORMASI PUBLIK


    Tersedia Setiap Saat : 126
    46.49 %
    Berkala : 120
    44.28 %
    Serta Merta : 25
    9.23 %
    Dikecualikan : 0
    0.00 %
    Total Informasi Publik: 271

    DATA INFORMASI PPID


    Utama : 48
    17.71 %
    BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI RIAU : 42
    15.50 %
    DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK PROVINSI RIAU : 35
    12.92 %
    BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH : 28
    10.33 %
    Total Berita PPID: 271