PEKANBARU - Perekonomian Riau berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2022 mencapai Rp247,20 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp129,68 triliun.

"Ekonomi Riau triwulan II-2022 terhadap triwulan II-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,88 persen (y-on-y)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Jumat (5/8/2022).

Dari sisi produksi, jelas Misfaruddin, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 39,94 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,04 persen.

"Sedangkan secara quater to quarter (q-to-q), Ekonomi Riau triwulan II-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,29 persen," jelasnya.

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 24,94 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 75,43 persen.

Namun, jika dihitung tanpa migas tumbuh 5,07 persen (y-on-y), Ekonomi Riau triwulan II-2022 melambat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 7,44 persen. 

"Secara spasial, pada triwulan II-2022 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 5,22 persen terhadap perekonomian nasional. Provinsi Riau merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke-5 di Indonesia atau PDRB terbesar di luar Pulau Jawa," jelasnya. 



(Mediacenter Riau/rat)