PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau masih terus terjadi. Tercatat 639 hektare (ha) lahan terbakar sejak awal tahun 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Riau, M Edy Afrizal mengatakan 639 ha lahan terbakar sejak awal tahun. Lahan yang terbakar tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota di Riau.

"Tim gabungan TNI Polri dan BPBD sudah berhasil memadamkan lahan terbakar sejak awal tahun ini seluas 639 ha. Lahan yang terbakar mulai dari 9 ha sampai 167 ha," terang Edy saat dikonfirmasi, Jumat (10/6/2022).

Edy menyebutkan saat ini tidak ada lagi titik api dan kabut asap di Riau.

Meski demikian, Edy mencatat kebakaran beberapa waktu lalu terluas terjadi di Rokan Hulu, yakni 167 ha lahan terbakar. Selanjutnya disusul Bengkalis 117 ha dan Kampar 106 ha.

Untuk daerah lain adalah Indragiri Hilir 76 ha, Dumai 43 ha, Rokan Hilir 48 ha, Pelalawan 32 ha, Indragiri Hulu 22 ha dan Pekanbaru 11 ha. Termasuk wilayah Siak 10 ha dna Kepulauan Meranti 9 ha lahan ludes terbakar.

Sementara, daerah nihil kasus kebakaran lahan yakni di Kuantan Singingi. Tak ada lahan terbakar yang dilaporkan dari Kota Jalur tersebut.

"Terluas adalah Rokan Hulu 167 ha. Kalau kasus nihil ada dari Kuantan Singingi atau Kuansing, sampai saat ini tak ada laporan kebakaran," kata Edy.

Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau AKBP Dhovan Okavianton mengatakan ada 7 kasus ditangani terkait kebakaran lahan. Seluruhnya berasal dari 6 laporan polisi.

"Untuk tahun 2022 ini ada 6 laporan polisi dengan 7 tersangka. Ada 4 kasus sedang proses sidik dan 2 kasus sudah tahap II di Kejaksaan," kata Dhovan.

Ketujuh tersangka ditangani Polres jajaran di Bengkalis satu orang, Siak satu orang dan Rokan Hulu dua orang. Selanjutnya Rokan Hilir satu orang dan Indragiri Hilir dua orang.

"Seluruhnya adalah kasus perorangan. Belum ada kasus yang melibatkan pihak korporasi," kata Dhovan.



(Mediacenter Riau/asn)