PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar telah melakukan evaluasi kinerja 6 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan perusahaan plat merah itu sejak dilakukan pengisian direksi baru. 

"Saya sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD, sebagian besar kinerja BUMD bagus, Alhamdulillah cukup meningkatkan devidennya," kata Gubri, Kamis (9/6/2022). 

Keenam BUMD Riau yang dievaluasi Gubernur diantaranya, PT Bank Riau Kepri (BRK), PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), dan PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida), dan PT Riau Petroleum. 

"Karena saya sejak awal seleksi sudah menegaskan, agar direksi BUMD Riau ini  mereka harus menunjukan kinerja. 

Makanya kita ingin buktikan dengan presentasi masing-masing direktur dan komisaris BUMD, dan Alhamdulillah ada kemajuan, ada perbaikan-perbaikan, dan ada peningkatan deviden," terangnya. 

Meski kinerja BUMD ada kemajuan, namun Gubri menegaskan agar BUMD jangan berpuas diri. Sebab keberhasilan itu baru awal yang mencapai target-target yang lebih besar. 

"Tapi saya tekankan bahwa ini bukan sebuah keberhasilan, tapi masih awal untuk sebuah keberhasilan. Dengan begitu, kinerja BUMD ini bisa lebih ditingkatkan lagi dimasa yang akan datang, dengan menggali potensi atau peluang-peluang yang ada di Provinsi Riau," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdaprov Riau, Jhon Armedi Pinem mengatakan, jika Gubernur Riau sudah melakukan evaluasi terhadap kinerja beberapa BUMD Riau. 

"Dari 6 perusahaan daerah, ada 5 BUMD yang sudah dilakukan evaluasi kinerja oleh pak Gubernur. Satu BUMD yang belum itu PT Riau Petroleum," ujarnya. 

"Memang hasil evaluasi pimpinan kepada 5 BUMD Riau itu, BUMD kita sudah menunjukkan kinerja yang bagus, itu bisa dilihat dari deviden yang diberikan BUMD kepada pemerintah daerah dalam tiga tahun terakhir," tutupnya. 



(Mediacenter Riau/amn)