PEKANBARU - Pasca ditetapkannya status Siaga Karhutla, langkah antisipasi dan penanganan terus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berkembangnya karhutla di beberapa titik rawan.

Kepala BPBD Riau Edward Sanger mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan untuk langkah penanganan karhutla. Selain itu pihaknya juga terus melakukan koordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait.

Dari informasi yang dihimpun, Tim satgas darat terus melakukan proses pemadaman dan pendinginan dibeberapa titik di Riau. Seperti di Kecamatan Rupat, Bengkalis. Kemudian juga di Kecamatan Bathin Solapan,  Bengkalis dan beberapa kawasan lainnya.

“Langkah penanganan di lapangan terus dilakukan. Hingga saat ini tim gabungan masih melakukan upaya pendinginan  titik api dan asap yang berada disekitaran lokasi dua kecamatan tersebut,” paparnya, Jumat (28/2/2020).

Langkah tersebut bertujuan untuk meminimalisir luasnya titik api yang ada saat ini. Meskipun ada kendala cuaca panas dan angin kencang, serta kurang nya alat pemadam, namun langkah pencegahan karhutla terus dilakukan secara optimal.

Tidak hanya di dua lokasi tersebut, satgas darat juga berjibaku di lokasi rawan lainnya. Seperti melakukan pemadaman dan pendinginan seperti di Kota Dumai, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kampar, termasuk juga di kota Pekanbaru. Diharapkan dengan langkah penanganan secara berkelanjutan tersebut, angka karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin.(MCR/mz)