PEKANBARU -- Sebanyak 75 peserta didik SDLB, SMPLB dan SMALB berlaga diajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Tingkat Provinsi Riau.

Hal ini disamspaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Kabid PKPLK Disdik Riau H Pahmijan, Selasa (24/5/2022).

Pahmijan menegaskan, agar dewan  juri memberikan penilaian yang objektif disetiap lomba. Jangan ada unsur kedekatan, kekeluargaan dan kerabat. Berikan penilaian yang objektif, ril apa adanya untuk mendapatkan peserta terbaik. Jangan pula, peserta tidak layak menang harus dimenangkan begitu juga sebaliknya.

"Jadi saya tegaskan sekali lagi, juri harus profesional dalam memberikan penilaian disetiap perlombaan," kata Pahmijan.

Selain itu, Pahmijan juga berpesan kepada para peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap perlombaan. Kalah dan menang itu hal biasa. Akuilah bahwa orang lain lebih hebat dan yang menang jangan berbangga hati, teruslah belajar karena masih ada lomba tingkat nasional. Sedangkan yang kalah, jangan berkecil hati anggaplah kekalahan menjadi pengalaman dipertandingan akan datang.

" Saya harapkan dengan FLS2N PDBK ini akan terpilih peserta terbaik bagi Riau untuk mewakili ke tingkat nasional," kata Pahmijan.

Sementara, Ketua Panitia FLS2N PDBK Tingkat Provinsi Riau Fatimah  mengatakan, dalam FLS2N PDBK kali ini ada 11 lomba yang di pertandingkan diantaranya Lomba Nyanyi, Lomba Melukis, Lomba Desain Grafis, Lomba Menari, MTQ, Lomba Pantomin, Cipta Komik serta
Cipta dan Baca Puisi. Sedangkan tim juri terdiri dari unsur praktisi dan akademisi. 

Lomba yang berlangsung hingga 26 Mei ini bertujuan mengembangkan siswa berkebutuhan khusus dalam menyalurkan bakat dan minatnya di bidang seni sekaligus menseleksi peserta terbaik yang akan mewakili Riau ke tingkat nasional.

"Setiap pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, sertifikat dan piala masing masing juara pertama sebesar Rp 3.5 juta, juara kedua sebesar Rp 3 juta dan juara ketiga mendapat uang tunai sebesar Rp 2.5 juta," kata Fatimah. 



(Mediacenter Riau/mad)