PEKANBARU - Dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi dan peningkatan nilai investasi di Provinsi Riau, Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui Direktur Pengendalian Pelaksanaan Wilayah I BKPM Agus Joko Saptono mengharapkan kolaborasi antara UMKM dan perusahaan besar dapat terus ditingkatkan.

Direktur Pengendalian Pelaksanaan Wilayah I BKPM melaporkan, sejak tahun 2020 lalu, BKPM memiliki program kolaborasi antara pusat dengan UMKM yang ada di daerah. Terangnya, pada tahun 2020 lalu, BKPM mencatat adanya kolaborasi realisasi investasi antara UMKM di Provinsi Riau sebesar Rp 260 Miliar.

Ia menyebutkan, yang membuat BKPM takjub adalah pada tahun di 2021 realisasi nilai kontrak kolaborasi kerja sama MoU antara usaha besar di Riau naik sangat signifikan, yang sampai tembus Rp 1,1 triliunan.

"Nilai Rp 1,1 triliun itu hampir 50 persen dari capaian daerah di Indonesia yakni sebesar Rp 2,7 triliun. Nah, ini yang sangat membanggakan, kami juga nanti kedepan akan mendorong agar UMKM ini dapat tumbuh dengan baik," ucapnya, di Pekanbaru, Selasa (17/5/22).

Agus Joko Saptono  mengungkapkan, posisi UMKM selama ini sering dikalahkan oleh semua entitas bisnis yang ada di daerah. Oleh karena itu, pihaknya akan mendorong bahwa semua UKM yang ada di daerah untuk memiliki izin usaha.

Karena jika UMKM memiliki izin usaha, maka secara hukum posisinya sederajat dengan usaha seperti Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

"Dengan demikian perlindungan terhadap UKM yang ada di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Riau ini akan lebih terjamin legalitasnya," sebutnya.

Direktur Pengendalian Pelaksanaan Wilayah I BKPM mengharapkan, melalui pertemuan UMKM, pemerintah, dan pelaku usaha, atau perusahaan besar di Riau akan menjadikan tambahan realisasi terkait kolaborasi. Nilai kontrak yang nantinya diharapkan seluruh Indonesia akan tembus sesuai target. 

"Dengan membaiknya situasi perekonomian, pasca pandemi COVID-19 yang relatif landai dan bisa dikendalikan ini dan dengan modal komunikasi, koordinasi aparatur dan juga selalu pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Riau dengan dunia usaha, saya pikir untuk target yang ditetapkan Presiden saya yakin dan optimis akan tercapai untuk Provinsi Riau," tutupnya.



(Mediacenter Riau/ip)