PEKANBARU - Jelang mudik Lebaran tahun 2022, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau tengah memetakan daerah rawan bencana alam, seperti banjir dan longsor. 

Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat berhati-hati saat melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan selalu memantau perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

"Kita tengah melakukan pemetaan daerah rawan bencana banjir dan longsor, agar masyarakat dapat waspada dalam melakukan mudik Lebaran," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Riau, M Edy Afrizal, Selasa (19/4/2022). 

Namun kata Edy Afrizal, daerah rawan banjir dan longsor masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, daerah rawan longsor itu di daerah perbatasan Riau dengan Sumatera Barat, seperti wilayah XIII Koto Kampar dan Lubuk Jambi dekat Kuantan Singingi. 

"Namun daerah rawan longsor juga ada di Kabupaten Indragiri di ruas jalan lintas Rengat-Tembilahan, tapi di sana bukan longsor dari bukit. Tapi longsor akibat abrasi sungai," terangnya. 

Sedangkan daerah rawan banjir, terdapat di Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi Kampar, dan Rokan Hulu. 

"Kalau banjir pasang besar lair aut (rob) itu biasanya di daerah pesisir. Tapi ini tidak termasuk daerah rawan untuk  lintasan mudik," sebutnya. 

Namun yang perlu diantisipasi adalah mudik menggunakan transportasi laut, sebab menurut Edy Afrizal, saat ini cuaca tidak menentu.

"Itu tetap harus diantisipasi, dengan terus memantau perkembangan dan prediksi cuaca dari BMKG sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran," tutupnya. 



(Mediacenter Riau/amn)