PEKANBARU - Harga komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali naik pada perdagangan senin pagi, harga minyak sawit berjangka Malaysia berakhir pada rekor tertinggi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengatakan, berdasarkan analisis Palm Oil Analytics Singapura, disebutkan bahwa kenaikan harga CPO pada tiga hari terakhir didukung oleh euforia atas kebijakan Indonesia terhadap ekspor.

Sedangkan, menurut analisis Reuters, harga CPO dapat menembus titik resistance di MYR 5.366/ton dan naik menuju MYR 5.484/ton pada pembukaan perdagangan hari senin kemarin.

"Kontrak telah menembus titik resistance MYR 5.292/ton, dengan level proyeksi akan naik 123,6% dari titik terendah MYR 4.672/ton menuju kisaran harga MYR 5.366-5.484/ton," kata Defris, Selasa (25/1/2022).

Sedangkan, harga CPO diperkirakan menunjukkan tren yang sangat bullish atau meningkat dengan target MYR 5.484/ton.

"Kenaikan harga CPO akan berkontribusi terhadap nilai tukar rupiah. Sebab, CPO adalah salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia," sebutnya.

Untuk diketahui, harga tandan buah segar kelapa sawit pekan ini Rp3.533,81 per kg, harga CPO Rp14.694,78 per kg dan harga Kernel Rp11.940,36 per Kg. 



(Mediacenter Riau/rat)