PEKANBARU- Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebutkan, selain pandemi Covid-19, bencana alam seperti kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, serta banjir saat ini sudah terkendali dengan baik. 

Laporan ini disampaikan Gubri Syamsuar kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, saat Rapat Koordinasi (Rakor), di Gedung Daerah, Pekanbaru, Jumat (21/1/2022). 

Berkenaan dengan tanah lonsor, Syamsuar menyebutkan, ditahun 2021 bencana longsung lebih rendah jika dibandingkan tahun 2020 yang terjadi di 11 desa di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kampar. 

"Sedangkan bencana banjir tahun 2021 juga lebih rendah dibandingkan tahun 2020 yang terjadi di 100 desa/kelurahan yakni, di Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir," jelas Syamsuar.

"Sementara bencana kebakaran hutan dan lahan juga dapat dikendalikan di Riau, dan ini sangat dibantu dengan adanya Dashboard Lancang Kuning," tambah  Syamsuar.

Dashboard Lancang Kuning adalah sebuah aplikasi digital yang mampu menangani kebakaran hutan secara terukur, terstruktur dan efisien. Terintegrasi dengan 4 satelit yakni, Terra, Aqua, Lapan, dan NOAA, sehingga aplikasi ini dapat memberikan informasi karhutla secara akurat untuk mendeteksi titik koordinat hotspot dan melakukan verifikasi di lapangan sehingga memudahkan para petugas melakukan pemadaman.  

Adapun upaya penanggulangan bencana yang dilalukan yaitu, memberikan dukungan bantuan logistik, penyelamatan dan evakuasi korban serta pengungsian korban bencana. 

Memberikan bantuan peralatan dan perlengkapan penanggulangan bencana. Juga Melakukan peningkatan kapasitas masyarakat dan pengurangan risiko bencana melalui pelatihan desa tangguh bencana. Serta melakukan dukungan fasilitasi dan rekomendasi usulan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. 

(Mediacenter Riau/nv)