PEKANBARU- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, mengapresiasi Provinsi Riau karena dianggap cukup baik dalam merealisasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021, bahkan Riau berada di posisi ke-4 se-Indonesia dengan realisasi sebesar 102,18 persen. 

"Di tengan krisis akibat pandemi saat ini, pendapatan yang harusnya turun karena pelambatan ekonomi, Provinsi Riau melah di atas seratus persen," kata Mendagri Tito saat melakukan Kunjungan Kerja dalam rangka Rapat Koordinasi Monitoring, Evaluasi Program dan Kegiatan Strategis di Provinsi Riau, di Gedung Daerah Balai Serindit, Jumat (21/1/2022). 

Tito meminta prestasi tersebut dipertahankan, dan lebih ditingkatkan untuk tahun 2022, dan realisasi belanja APBD Provinsi Riau tahun 2021 mencapai 91,93 persen. "Saya mengapresiasi Provinsi Riau, pendapatan dan belanja APBD ditahun lalu bagus," ujarnya.

Dalam realisasi Pendapatan APBD tahun 2021, Riau berada di posisi ke-4 setelah Provinsi Gorontalo 104,60 persen, Jawa Timur 103,97 persen, dan Jawa Barat 103,85 persen. 

Tito mengaku bangga, karena tidak hanya Provinsi Riau yang dianggap baik dalam pengelolaan APBD tahun 2021, bahkan 2 kabupaten di Bumi Lancang Kuning ini juga dianggap berprestasi dalam merealisasikan Pendapatan APBD tahun 2021. 

Dari 415 kabupaten di Indonesia, kabupaten Bengkalis menduduki posisi pertama dalam realisasi Pendapatan APBD tahun 2021 sebesar 120,68 persen. Lalu di posisi 5 Kabupaten Siak sebesar 107,82 persen. "Keren," ujar Tito.

Tito menyebutkan, pihaknya akan mempersiapkan dan memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang bisa mengelola keuangan dengan baik. 

"Kami akan siapkan penghargaan untuk daerah-daerah berprestasi dalam mengelola keuangan. Termasuk usulan untuk daerah-daerah yang mengelola keuangan dengan baik diberikan Dana Intensif Daerah (DID)," ujar Tito.

(Mediacenter Riau/nv)