PEKANBARU- Miliki ribuan siswa berprestasi Lembaga Perguruan Taman Taruna Kebangsaan (LPTTK), mendukung  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Bentuknya, melalui pendidikan program nasional yang selama ini dijalankan LPTTK tingkat nasional maupun internasional. Seperti di SMA/SMK Taruna Nusantara dan lainya.

Hal tersebut disampaikan Ketua II LPTTK, Ir Toto Priyana MM, dalam pertemuan bersama Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar M.Si, serta Kadisdik Riau, Dr Kamsol, di kediaman Gubri.

Dikatakan Toto, dukungan untuk Riau tersebut, sesuai kodrat Riau yang banyak bibit siswa terbaik, jumlahnya mencapai 2.300 orang per tahun. Siswa terbaik Riau itu masuk dalam kualifikasi cerdas, istimewa, dan bakat istimewa ini sesuai program nasional LPTTK.

"Dukungan ini merupakan program kita dalam merangkul siswa berprestasi di berbagai daerah di Indonesia yang akan kita bimbing melalui berbagai jurusan," ungkap Toto, Rabu (12/1/2021).

Dukungan yang akan diberikan tersebut, jelas Toto, berupa pendampingan yang masuk dalam program nasional, naamanya sister class atau kelas kemitraan.

Sister class atau kelas kemitraan ini di kategorikan dalam 5 klaster yaitu, klaster A dibimbing untuk Akademi TNI Polri dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara, klaster B untuk sekolah-sekolah kedinasan yang ada di Indonesia yang jumlahnya mencapai 36-an sekolah. Klaster C, untuk perguruan tinggi top di Indonesia seperti, UI, ITB, UGM dan lainya. Klaster D, untuk sekolah S-1 keluar negri yang diutamakan di Eropa sesuai kualitas yang disaring terbaik. Di antaranya di Jerman dan Italia. 

"Sedangka untuk Klaster E, untuk fakultas kedokteran di Jerman yang sebelumnya juga sudah ada dibina lembaga kita yang ada di Jerman. Dan ini juga menjadi peluang bagi anak-anak kita di Riau yang memiliki semangat tinggi dalam pendidikan," ujar Toto.

Di Riau, sambung Toto, sesuai penyaringan setiap tahun selama ini, bisa mencapai 50 hingga 60 orang. Dan ini juga mendapat tanggapan lansung oleh gubernur Riau yang kedepannya akan membantu anak-anak Riau dalam melanjutkan pendidikan berkualitas tingkat nasional maupun internasional. "Gubri juga sangat antusias, maka itu kita juga siap meberikan dukungan untuk anak-anak kita di Riau sekaligus mendukung mewujudkan program SDM unggul Riau," katanya.

Terkait pembangunan SMA/SMK Taruna Nusantara di Riau, Toto menyebutkan, hal ini sangat bagus untuk Riau. Namun, sekolah ini masih swasta yang bisa saja direalisasikan. Karenanya gubernur Riau minta diarahkan dibangun untuk negri yang bisa memanfaatkan sekolah yang sudah unggul di Riau, seperti SMU PLus direvitalisasi menjadi setara SMA/SMK Taruna Nusantara.

"Apa yang diminta gubernur itu bisa saja, dan ini juga akan menjadi catatan kita kedepan guna meningkatkan pendidikan di Riau. Apalagi hal ini juga sangat bagus sesuai kualitas anak-anak Riau," ujar Toto.

"Selama ini, kita di Riau baru mengambil siswa sebanyak 7 hingga 14 dalam setahun, dan itu lebih tinggi pada Akademi TNI Polri, karenanya kita akan terus tingkatkan sampai pada menuju perguruan tinggi," tambah Toto.

Sementara itu Kepala Dinas pendidikan Riau Kamsol, mengatakan, gubernur Riau sangat antusias dengan program tersebut. Bahkan gubernur Riau lansung menanggapi dan melakukan pengkajian pelaksanaannya.

"Ini juga kabar baik untuk pengembangan tingkat dunia pendidikan di Riau. Karena sekolah SMA/SMK Taruna Nusantara yang selama ini menjadi favorit masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, bisa juga di buka di Riau," katanya.

Saat ini, jelas Kamsol, SMA/SMK ini baru ada di berapa daerah, di antaranya Magelang dan beberapa daerah lainya yang masih masih swasta. Sementara di Riau direncanakan bisa menjadi negri yang saat ini dalam pengkajian sistim anggarannya oleh gubernur Riau.

"Sekarang ini gubernur sedang mengkaji bagaimana sistim penganggarannya. Jika ini terwujud, Riau akan menjadi daerah pemilik SMA/SMK Taruna Nusantara negeri di Sumatera," ucap Kamsol.

(Mediacenter Riau/az)