KUANSING - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebutkan, bahwa tanaman padi merupakan satu diantara solusi-solusi yang dapat mengatasi masalah stunting di Provinsi Riau. 

Permasalahan kekurangan gizi memang merupakan masalah serius bagi dunia termasuk bangsa Indonesia. Pemerintah telah menargetkan angka prevalensi stunting turun diangka 14 persen pada tahun 2024. 

Hal itu dianggap penting oleh Gubernur Syamsuar dengan melakukan berbagai upaya-upaya termasuk menggencarkan tanaman padi disetiap daerah di seluruh Provinsi Riau. 

Demikian diutarakan Syamsuar saat menghadiri panen raya padi sawah di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Rabu (13/10/2021). 

Syamsuar mengaku, panen raya padi sawah di Desa Tebing Tinggi tersebut membuat dirinya senang dan bangga. Hal itu lantaran merupakan program untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah. 

Selain itu juga, tanaman padi yang ditanam petani juga dinilai sebagai solusi untuk mengatasi persoalan stunting di Bumi Melayu Lancang Kuning. 

"Jika tanaman padi di Kuansing bisa memenuhi kebutuhan bahkan lebih. kami juga sudah mengkomunikasikannya dengan pengusaha-pengusaha yang ada di Riau. Alhamdulillah nanti padinya dibeli dan dijadikan beras, nanti berasnya juga dibagikan kewarga termasuk mereka yang mengalami stunting. Ini adalah solusi untuk mengatasi persoalan stunting di Riau," jelasnya. 

"Dengan target angka prevalensi turun 14 persen di tahun 2024 harus menjadi komitmen dan kerjasama kita semua agar stunting yang ada disemua daerah di Riau dapat kita atasi secara bersama," ajaknya. 

Gubri melihat, jika semua daerah di Kuansing memiliki semangat dan komitmen kuat akan tanaman padi, tentu kecukupan makanan yang bergizi dapat terpenuhi. Kemudian, angka stunting di Riau bisa ditekan. Melihat potensi padi juga sangat bagus di daerah Kota Jalur tersebut. 

Pihaknya berharap petani di Kuansing dapat berlomba-lomba dalam meningkatkan produksi padi. Sehingga kebutuhan daerah bisa terpenuhi sekaligus dapat mengatasi angka stunting di Riau khusunya di Kabupaten Kuansing.



(Mediacenter Riau/nv)