Produk Ekspor Perkebunan Meningkat 51 Persen, Beberapa Komoditas Disumbangkan Riau
PEKANBARU - Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) akhir Oktober 2021 lalu, total ekspor produk perkebunan Indonesia mencapai Rp483,59 triliun atau meningkat sebanyak 51 persen dari tahun 2020. Yang mana beberapa komoditas nasional disumbangkan oleh Provinsi Riau.
Sementara itu, dari segi produk kontribusi domenstik bruto perkebunan pada triwulan III 2021 telah mencapai Rp 320,13 triliun atau meningkat 8,13 persen.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Dedi Junaedi secara virtual dalam acara Peringatan Hari perkebunan nasional ke-64 tingkat Provinsi Riau, Selasa (14/12/2021).
Komoditas perkebunan, kata Dedi, tidak lepas dari ekspor. Mengacu pada data BPS periode Januari-Oktober 2021, sektor perkebunan di Tanah Air cukup menggembirakan bila dibandingkan periode yang sama di 2020.
"Karena sampai akhir Oktober 2021 telah mencapai total ekspor produk perkebunan Rp 483,59 triliun, atau meningkat 51 persen dari 2020," jelasnya.
Menariknya, beberapa komoditas yang menjadi komoditas nasional, kata Dedi, sebagian besar dihasilkan oleh Provinsi Riau yakni sawit, kelapa, kopi liberika, sagu dan pinang.
"Beberapa komoditas strategis ini saya mendukung Riau di ranking 1," imbuhnya.
Di lain pihak, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar merasa sangat bangga dan berharap beberapa komoditas diatas tetap bisa dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan di masa yang akan datang.
"Tadi disampaikan hasil komoditi perkebunan, dibandingkan tahun lalu, Indonesia naik 51 persen, dan Riau juga penyumbang terbesar," jelas Syamsuar.
Atas hal tersebut, ia mengajak kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, masyarakat, asosiasi untuk tetap menjaga kekompakan sehingga diharapkan sektor perkebunan di Provinsi Riau jauh lebih baik.
"Oleh karena itu mari kita jaga ini, mudah-mudahan dengan adanya kebersamaan kita antara masyarakat, pengusaha, asosiasi, dan pemerintah dapat meningkatkan komoditas perkebunan lebih baik ke depannya," harap gubri.
(Mediacenter Riau/nv)