ppid@riau.go.id (0761) 45505

Rekomendasi Wisata Religi di Pekanbaru, Cocok untuk Mengisi Ramadan

  • PPID UTAMA
  • 28 February 2025
  • 39 View

PEKANBARU - Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperdalam keimanan. Pekanbaru yang merupakan ibu kota Provinsi Riau menawarkan berbagai lokasi bersejarah dan religius sarat nilai spiritual.

Berjuluk kota bertuah, daerah ini memiliki berbagai destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Saat tiba di Pekanbaru, pelancong dapat berkunjung ke destinasi religi unggulan pertama yaitu Masjid Raya Pekanbaru. 

Lokasinya tepat berada di Jalan Senapelan, Kampung Bandar. Jarak antara Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan Masjid Raya Pekanbaru hanya menempuh waktu 17 menit.

Masjid ini merupakan salah satu yang tertua di Riau, menyimpan berbagai sejarah Pekanbaru dan nilai keislaman. Sehingga menjadikannya ikon keagamaan yang patut di datangi. Tempat ibadah tersebut juga dikenal dengan Masjid Raya Nur Alam atau sebutan populer Masjid Senapelan.

Dengan arsitektur klasik modern yang memukau, Masjid Raya Pekanbaru tidak hanya menjadi tempat beribadah. Namun, juga terdapat berbagai kegiatan keagamaan sehari-harinya.

Tak jauh dari masjid tersebut, terdapat Komplek Makam Mahruum Pekan yang merupakan sosok pendiri Kota Pekanbaru. Makam ini adalah tempat peristirahatan terakhir Sultan ke-V Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Mahrum Pekan atau Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, memiliki nilai historis bagi masyarakat Melayu Riau. Makamnya terletak bersebelahan dengan Masjid Raya Nur Alam. 

Kompleks makam ini menawarkan pengalaman ziarah mendalam bagi para pengunjung yang ingin mengenang jasa leluhur. Para ziarah datang ke Kompleks Makam Marhum Pekan, dapat juga mempelajari sejarah dan nilai-nilai budaya para sultan.

Makam marhum Pekan berada di dalam satu cungkup dengan makam Sultan Marhum Bukit yang terletak di depan pintu masuk. Di dalam cungkup ini terdapat enam makam yang merupakan keluarga dari Kerajaan Siak.

Mereka yang dimakamkan di kawasan ini berasal dari keluarga Kerajaan Siak Sri Indrapura yang memerintah di Pekanbaru pada abad ke-18, yakni makam Syaid Syarif Usman Shabuddin (Marhum Barat).

Kemudian, ada pula makam Tengku Embong Badari'ah (Istri Syaid Usman), Makam Sultanna Khodijah (istri Marhum Bukit). Lalu, Makam Sultan Abdul Jalil Alamuddinsyah (Marhum Bukit), dan Makam Tengku Pangeran Kesuma Dilaga.

Jirat Makam Marhum Pekan berundak-undak yang dilapisi marmer warna merah maron, sedangkan nisan terbuat dari batu andesit dan berbentuk gada. 

Pada bagian tengah dan atas nisan terdapat hiasan sulur-suluran. Nisan yang terpasang sekarang bukan nisan asli, tetapi duplikat nisan asli terbuat dari bahan kayu yang ditempatkan di Museum Negeri Pekanbaru.

Selain itu, masih berada di area Masjid Raya Pekanbaru, terdapat sumur tua yang menjadi daya tarik tersendiri. Airnya langsung dapat diminum dan menyimpan cerita magis yang masih dipercayai oleh masyarakat setempat. Sumur tua ini dipercaya memiliki historis keistimewaan.

Hebatnya lagi, air dari sumur ini dipercaya punya khasiat bagi kesehatan orang yang meminum airnya. Pengunjung juga tak perlu khawatir dengan airnya, karena pihak pengurus Masjid Raya ini dah melakukan uji verifikasi kalau air tersebut aman untuk langsung diminum.

Sumur tua ini merupakan wakaf dari seorang donatur sekaligus ketua pelaksana pembangunan masjid raya pada masa itu, Muhammad Sulaiman atau Sulaiman India. Dahulu, masjid tertua ini belum memiliki tempat wudhu dan sumber air yang memadai.

Dari sanalah, Sulaiman India selaku donatur utama membuat sumur yang berguna untuk keperluan jemaah Masjid Raya Pekanbaru ini. Sumur ini telah ada semenjak tahun 1929, dari berbagai informasi, air sumur tersebut belum pernah mengering sekalipun.

Seorang pengunjung asal Surabaya, Bayu Saputra (35), mengaku takjub saat mengunjungi kawasan wisata religi yang berada di kampung halaman mertuanya. Ia terpesona melihat beragam objek yang berada dalam satu kawasan Masjid Raya Pekanbaru.

"Saya senang dapat melihat betapa banyaknya situs bersejarah yang bisa dikunjungi dalam satu kawasan Masjid Raya Pekanbaru. Ini memberikan saya kesempatan untuk lebih memahami ragam kekayaan sejarah keislaman di Indonesia," ucapnya saat di wawancara Media Center Riau, Jumat (28/02/25).

Tak jauh dari Masjid Raya, terdapat Surau Tertua Al-Irhaash yang telah berdiri sejak tahun 1925. Surau ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya akar keislaman di Pekanbaru, sekaligus memberikan pelajaran tentang nilai-nilai kesederhanaan dan ketaatan yang mendalam.

Surau Al-Irhaash pernah direnovasi total pada tahun 2007, dengan tetap mempertahankan bentuk keaslian dan ukiran aslinya. Konon kata warga sekitar, surau ini pernah menjadi markas bagi pejuang tentara fisabilillah. 

Lokasi surau tertua tersebut berada di Jalan Senapelan no. 49, Kelurahan Bandar. Hingga sekarang, surau tersebut masih aktif digunakan warga menjadi tempat beribadah. 

Warga setempat, Rita (45), menjelaskan bahwa setiap harinya, dari berbagai kalangan rutin berkumpul di surau inibuntuk menunaikan salat berjamaah. Tak hanya itu saja, surau Al-Irhaash juga digunakan untuk mengadakan pengajian rutin.

"Kami biasanya salat berjamaah di sini setiap hari. Tempatnya nyaman dan selalu bersih, sehingga kami merasa betah beribadah di sini. Selain itu, kadang ada juga pengajian di surau, ini sangat bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan agama," jelasnya.

Selanjutnya, Masjid Raya Annur Provinsi Riau, menjadi destinasi wajib bagi para pelancong untuk dikunjungi. Dengan desain modern, masjid ini tampak megah berdiri kokoh di jantung ibu kota.

Sekilas tampilan masjid yang terletak di Jalan Hangtuah ini menyerupai bangunan Taj Mahal. Arsitektur Masjid Agung An-Nur merupakan hasil perpaduan empat budaya, yaitu budaya Melayu, Arab, Turki, dan India. Desainnya yang menarik ini, membuat masjid tersebut menjadi salah satu ikon dari bumi lancang kuning.

Masjid ini berdiri kokoh di atas lahan seluas 12 hektar. Bangunan utamanya di kelilingi empat menara menjulang tinggi. Memiliki halaman yang sangat luas membuat warga banyak melakukan segala aktivitas, mulai dari jalan santai hingga berswafoto. Apalagi, suasana di sekitar Masjid Annur sangat asri lantaran ditumbuhi pepohonan. 

Masjid Raya Annur Riau aktif menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan dakwah, terlebih selama bulan Ramadan. Sehingga, menjadikan tempat ini sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan.

Sebagai informasi, pada tanggal 2 Maret mendatang, Masjid Raya Annur Provinsi Riau akan menggelar syukuran buka puasa bersama. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid dan Wagub Riau SF Hariyanto beserta Ustaz Abdul Somad (UAS).  

"Insya Allah sepulang dari retret di Magelang, tanggal 2 Maretnya kita akan buka puasa bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) di Masjid Raya Annur," ucap Gubri Abdul Wahid, pekan lalu, usai pelantikan Kepala Daerah di Jakarta.

Gubri Wahid menjelaskan, acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi momen refleksi spiritual di bulan suci Ramadan. Ia berharap kehadiran UAS dapat memberikan tausiah yang menambah kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa.  "Kami mengajak seluruh masyarakat Riau untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah." pungkasnya.



(Mediacenter Riau/bib)

Struktur PPID

Struktur Pejabat Pengelola dan Dokumentasi (PPID) Riau

H. ABDUL WAHID, M.Si

Gubernur Riau

Ir. H. S.F. HARIYANTO, M.T

Wakil Gubernur

Ir. MUHAMMAD TAUFIQ OESMAN HAMID, MT

Plh. Sekretaris Daerah

IKHWAN RIDWAN, SH, M.Si

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik

Penghargaan

Daftar Penghargaan Pemerintah Provinsi Riau

Penetapan Pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO pada tanggal 17 Desember 2020

Penetapan Pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO pada tanggal 17 Desember 2020

Penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai Peringkat VIII "baik” pada Kategori Pemerintah Daerah Provinsi

Penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia sebagai Peringkat VIII “baik” pada Kategori Pemerintah Daerah Provinsi

Penghargaan pembina K3 terbaik

Penghargaan pembina K3 terbaik

Provinsi Riau menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 (lima) kali berturut-turut

Provinsi Riau menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 (lima) kali berturut-turut

Innovative Government Award (IGA) 2020 sebagai Provinsi Sangat Inovatif dari Kemendagri RI

Innovative Government Award (IGA) 2020 sebagai Provinsi Sangat Inovatif dari Kemendagri RI

UPT. Kompetensi mendapat Sertifikat Pengakuan Kelayakan Penyelenggara Penilaian Kompetensi Grade A

UPT. Kompetensi mendapat Sertifikat Pengakuan Kelayakan Penyelenggara Penilaian Kompetensi Grade A

Informasi PPID

Informasi Data PPID Riau

Informasi Publik

704

  • 279 Tersedia Setiap Saat
  • 369 Berkala
  • 48 Serta Merta
  • 8 Dikecualikan

Permohonan Informasi

410

  • 130 Selesai
  • 184 Ditolak
  • 88 Sedang Proses

Member PPID

468

  • 467 Aktif
  • 1 Tidak Aktif

Info Grafis

Daftar Info Grafis

PPID OPD

Daftar link website PPID Pembantu Provinsi Riau

PPID Kabupaten/Kota

Daftar link website PPID Kabupaten/Kota

Kota Dumai Kab. Siak Kab. Bengkalis Kab. Rokan Hilir Kab. Rokan Hulu Kab. Pelalawan Kab. Kepulauan Meranti Kota Pekanbaru Kab. Kuansing Kab. Kampar Kab. Indragiri Hulu Kab. Indragiri Hilir

Play Store