Akselerasi Investasi Daerah: Diskusi Panel Riau Investment Forum 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif Melalui Pengembangan Kawasan Industri dan Hilirisasi
Rangkaian Riau Investment Forum Tahun 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau di Ballroom Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru, menghadirkan diskusi panel bertema ââ¬ÅAkselerasi Investasi Daerah: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif Melalui Pengembangan Kawasan Industri & Hilirisasiââ¬Â.
Rangkaian diskusi ini menghadirkan empat pembicara yaitu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Direktur Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Direktur Kawasan Industri Tenayan (KIT), dan Direktur Kawasan Industri Dumai (KID), dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Riau bertindak sebagai moderator. Bersamaan dengan sesi diskusi panel, turut dilaksanakan sesi One on One Meeting yang mempertemukan pelaku usaha dan investor secara langsung.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau selaku pembicara menjelaskan bahwasanya ekonomi Riau pada triwulan II 2026 tumbuh 4,75% (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 4,89% (yoy) dengan inflasi terjaga di 3,82% (yoy). Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan tahun ini di kisaran 4,40ââ¬â5,20%, sembari mengingatkan tantangan klasik Riau: ketergantungan pangan pada daerah lain dan produktivitas sawit-migas yang terus melandai. Hilirisasi dan kawasan industri pun jadi jawaban untuk membuka sumber pertumbuhan baru.
Pembahasan juga mencakup tiga kawasan industri di Riau, yaitu Kawasan Industri Dumai, Kawasan Industri Tenayan, dan Kawasan Industri Tanjung Buton. Kawasan Industri Dumai telah memiliki 12 tenant dengan investasi hampir Rp1,3 triliun dan menyerap sekitar 2.500 tenaga kerja. Adapun Kawasan Industri Tenayan seluas 266 hektare didukung kapasitas energi PLTGU 275 MW dan PLTU 2 Ãâ 110 MW, serta memiliki peluang pengembangan hilirisasi kelapa untuk bio-avtur dan peternakan ayam terintegrasi.
Sorotan khusus datang dari Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kabupaten Siak, yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka. Dengan lahan 600 Ha berstatus clean and clear serta pelabuhan berkapasitas besar. Direktur Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) memperkenalkan Tanjung Buton Industrial Estate sebagai kawasan industri yang diarahkan menjadi Port-Based Industry Epicenter in East Coast Sumatra. Artinya, KITB tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan industri biasa, tetapi sebagai pusat kegiatan industri yang terintegrasi langsung dengan pelabuhan dan membidik tiga rantai nilai: hilirisasi sawit, karet dan logistik energi, hingga cold chain untuk ketahanan pangan.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi Riau mengajak pelaku usaha aktif menyampaikan rencana dan kebutuhan investasi, agar pengembangan kawasan industri dan hilirisasi di Riau dapat terwujud bersama.



Lapor
Whatsapp Riau Mendengar
Rumah Data
JDIH
e-keuangan
Media Center
Bappeda Prov Riau
MATABANSOS
BANSOS KEMENSOS











